Presiden kelima Republik Indonesia dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, baru-baru ini berbagi pengalaman berharga ketika ia menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, atau biasa disebut Paskibraka. Dalam sebuah kesempatan, Megawati menceritakan betapa bangganya ia saat memegang tanggung jawab besar itu.
“Sekitar umur saya SMA, saya langsung merasakan beban yang besar. Beban apa? Saya merasa bahwa hidup mati bendera ini berada di tangan saya,” jelas Megawati. Pengalaman tersebut, menurutnya, adalah momen penting di mana ia bertekad bersama teman-teman Paskibraka untuk mengibarkan bendera dengan sebaik-baiknya.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyerahkan duplikat Bendera Pusaka dan menyampaikan salam Pancasila. Ia menjelaskan pentingnya untuk selalu mengingat bahwa Indonesia memiliki ideologi Pancasila yang perlu dipahami secara benar. “Ini adalah salam Pancasila untuk mensosialisasikan sejarah dan isi dari Pancasila,” ujarnya. Megawati menegaskan bahwa ideologi ini harus menjadi bagian penting dalam setiap percakapan tentang kebangsaan.
Megawati juga mengingatkan perjalanan sejarah di mana Soekarno, yang merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia, pernah mengalami masa sulit sebagai tahanan rumah. Ia berharap kejadian serupa tidak akan terulang. “Masa mau begitu lagi? Sebagai rakyat kita mesti mengikuti aturan republik ini. Jangan main-main lagi,” tegasnya. Kegiatan ini adalah pengingat bahwa Pancasila bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi merupakan fondasi yang menuntun kehidupan berbangsa dan bernegara.
