Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Protes Mematikan di Bangladesh: 91 Orang Tewas Akibat Bentrokan

Setidaknya 91 orang tewas di Bangladesh pada hari Minggu setelah bentrokan yang meningkat antara demonstran, pasukan keamanan, dan pendukung pemerintah Perdana Menteri Sheikh Hasina. Insiden tersebut menjadi salah satu hari paling mematikan di negara itu sejak demonstrasi anti-pemerintah dimulai bulan lalu.

Menyusul kekacauan yang terjadi, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan pemberlakuan jam malam secara tidak terbatas di seluruh negara pada pukul 6 sore waktu setempat. Kebijakan ini bertujuan untuk menenangkan situasi yang semakin memanas.

Para organisasi pengunjuk rasa telah meminta masyarakat untuk tidak membayar pajak, tagihan utilitas, atau pergi bekerja sebagai bentuk "ketidakcoopertifkan" terhadap pemerintah. Meskipun hari Minggu adalah hari kerja di Bangladesh, banyak toko dan bank di Dhaka tetap tutup. Selain itu, layanan internet seluler juga diputus, sementara akses ke Facebook dan aplikasi pesan seperti WhatsApp menjadi tidak tersedia.

Gerakan protes yang dipimpin oleh mahasiswa dimulai bulan lalu sebagai reaksi terhadap sistem kuota yang kontroversial. Sistem ini menetapkan lebih dari separuh posisi pekerjaan pemerintah untuk kelompok tertentu. Meskipun Mahkamah Agung Bangladesh telah mengurangi kuota tersebut, protes tersebut telah berubah menjadi gerakan anti-pemerintah yang lebih luas.

Kritikus Perdana Menteri Hasina dan berbagai kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintahnya menggunakan kekuatan yang berlebihan terhadap para demonstran, tuduhan yang dibantah oleh Hasina dan para menterinya. Hingga saat ini, demonstrasi di seluruh Bangladesh telah menyebabkan setidaknya 200 orang tewas.