Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Baznas Ponorogo Salurkan Bantuan untuk Mustahiq Selama 2024

Selama tahun 2024, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo telah menyalurkan bantuan kepada 7.363 mustahiq. Mustahiq adalah orang yang berhak menerima zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), yang merupakan dana sosial yang digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Salah satu program unggulan Baznas Ponorogo adalah "Ponorogo Sehat." Melalui program ini, Baznas memberikan bantuan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 3.170 guru tidak tetap (GTT). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang sering kali tidak memiliki gaji tetap.

Ketua Baznas Ponorogo, Kholid Ali Husni, menyampaikan informasi mengenai bantuan yang diberikan. “Di 2024 ada 15 yang meninggal, dan masing-masing ahli waris menerima Rp42 juta. Kemarin, BPJS mengeluarkan dana sekitar Rp620 juta, sementara yang kita bayar tahun ini sekitar Rp300 juta. Jadi hampir 50% lebih ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya saat acara Khotmil Qur'an dan Tasyakuran dalam rangka HUT ke-24 BAZNAS, pada Jumat, 17 Januari 2024.

Program "Ponorogo Sehat" adalah salah satu dari lima program andalan Baznas yang dibiayai dengan pendapatan ZIS. Pada tahun 2024, Baznas berhasil mengumpulkan dana ZIS sebesar Rp7,48 miliar. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp4 miliar.

"Kalau dijadikan satu dengan dana hibah provinsi menjadi Rp8 miliar lebih," ujar Kholid menambahkan rincian mengenai sumber dana yang digunakan dalam penyaluran bantuan.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, juga memberikan apresiasi terhadap Baznas dalam menjalankan peran pentingnya. Ia menilai bahwa peningkatan jumlah ZIS mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bantuan kepada mereka yang membutuhkan. "Dari Rp4 miliar sekian sampai Rp7,48 miliar. Maka kerenlah ini membantu banyak hal, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, bedah rumah, beasiswa, UMKM, dan banyak lagi," papar Sugiri.

Dengan meningkatnya kualitas pengelolaan ZIS oleh Baznas, diharapkan lebih banyak masyarakat yang tergerak untuk berdonasi dan memberikan bantuan kepada sesama. Program-program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di lingkungan masyarakat.