Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menghadiri kegiatan penting bertajuk "Road To Sekartaji 2025: Gunung Sari" pada Selasa (21/1) pagi. Kegiatan ini berlangsung di ballroom hotel Atria Kota Malang dan difasilitasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Malang. Acara ini bertujuan untuk membahas sinergi dalam pengembangan ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif di wilayah tersebut.
Talkshow ini dihadiri oleh berbagai kepala daerah dari daerah Malang Raya, termasuk Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo. Wali Kota Adi tidak datang sendiri; ia didampingi oleh Kepala Bappelitbangda dan Kabag Perekonomian untuk mendiskusikan berbagai solusi pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan diimplementasikan pada tahun 2025.
Selama acara, diskusi berfokus pada cara meningkatkan kerjasama antara Bank Indonesia dan para kepala daerah. Pertemuan ini menjadi sangat penting, khususnya di masa transisi pasca pemilihan umum daerah (pemilukada) baru-baru ini. Para kepala daerah diharapkan dapat menjaring ide, aspirasi, dan rekomendasi strategi yang relevan untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2025.
Febrina, Kepala Bank Indonesia Malang, menyampaikan bahwa tahun 2025 masih diwarnai oleh ketidakpastian global. Hal ini disebabkan oleh iklim cuaca yang tidak dapat diprediksi, yang berdampak pada sektor pertanian dan holtikultura. Meski demikian, Febrina menambahkan bahwa perekonomian regional diprediksi akan bertahan dan tumbuh dalam kisaran 3,1% hingga 5,9%. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor.
Namun, para kepala daerah juga memperingatkan tentang tantangan yang harus dihadapi, seperti ketidakpastian geopolitik dan potensi kenaikan harga komoditas energi serta bahan baku. Dalam talkshow ini, para peserta juga membahas berbagai strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi meski ada tantangan tersebut.
Beberapa strategi yang diusulkan termasuk akselerasi investasi daerah, penguatan sektor industri, dukungan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), digitalisasi sistem pembayaran, serta pengendalian inflasi. Strategi-strategi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi perekonomian daerah menuju tahun 2025 yang lebih baik.
