Batik Wonomadyo adalah batik khas dari Kelurahan Karangtengah, Kota Blitar, yang telah menjadi pilihan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk seragam dinas. Batik ini lahir dari program Masyarakat Berdaya Menuju Kota Pariwisata (Maya Juwita) yang digagas oleh Pemerintah Daerah. Program tersebut bertujuan untuk mendorong setiap kelurahan di Blitar menghasilkan produk unggulan yang dikenal luas.
Nama Wonomadyo diambil dari Bahasa Jawa, di mana "Won" berarti pekarangan dan "Madyo" berarti di tengah. Dengan demikian, Wonomadyo bisa diartikan sebagai pekarangan yang ada di tengah, yang merepresentasikan Kelurahan Karangtengah. Motif dari batik Wonomadyo sangat khas, menampilkan elemen daun jati dan bunga sepatu, yang merupakan simbol daerah tersebut. Selain itu, motif ikan koi juga sering ditemukan dalam batik ini, yang dianggap sebagai ikon Kota Blitar.
Sasmitro, Ketua RT 02 di Kelurahan Karangtengah, menjelaskan bahwa produksi batik Wonomadyo dimulai berkat bantuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar. Dinas ini memberikan pelatihan bersertifikat dan fasilitas yang diperlukan untuk memproduksi batik. “Pelatihan ini untuk memberdayakan masyarakat agar bisa membuat batik sendiri,” kata Sasmitro.
Pelatihan membatik terbuka untuk umum bagi siapa saja yang berminat untuk belajar menciptakan batik. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan mulai dari menggambar hingga proses mencanting pola batik Wonomadyo. Biaya untuk mengikuti pelatihan ini cukup terjangkau, yaitu hanya Rp 90.000 untuk satu kain. Gallery Batik Wonomadyo dapat dikunjungi di Jalan Bunaken RT 02 RW 03 No.29, Karangtengah, Kota Blitar.
