Petugas kesehatan di Puskesmas Sananwetan, Kota Blitar, melaksanakan kegiatan fogging pada Rabu (15/01) untuk mencegah meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Fogging merupakan metode pengendalian nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan gejala DBD. Kegiatan ini dilakukan secara berkala di beberapa kelurahan sebagai upaya mengantisipasi munculnya kasus baru di awal tahun 2025.
Menurut data dari tahun 2024, terdapat kurang lebih 62 kasus DBD di wilayah Kecamatan Sananwetan. Oleh karena itu, petugas kesehatan menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam program PSN 3M Plus. PSN 3M Plus adalah langkah pemberantasan sarang nyamuk yang meliputi menutup, menguras, dan mendaur ulang barang bekas. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menggunakan obat atau lotion anti nyamuk dan tidak menggantungkan pakaian di rumah, guna mengurangi potensi berkembang biaknya nyamuk.
Tanaman pengusir nyamuk juga direkomendasikan sebagai langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk. Dengan menggencarkan upaya ini, diharapkan jumlah kasus DBD dapat ditekan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Puskesmas Sananwetan dan pihak terkait terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.
