Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, menggelar acara Sedekah Bumi pada hari Senin, 6 Januari 2024. Acara ini dilakukan oleh Kelompok Tani Murni sebagai ungkapan syukur dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuannya adalah agar proses tanam hingga panen berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang melimpah. Tradisi Sedekah Bumi sendiri merupakan ritual yang diadakan oleh masyarakat pertanian untuk mengucap syukur atas hasil bumi dan meminta berkah agar tanaman dapat tumbuh subur.
Dalam prosesi tasyakuran, puluhan warga mengarak ingkung, tumpeng, lauk pauk, sayur mayur, dan buah-buahan menuju ke area pinggir persawahan. Di tempat tersebut, semua warga berkumpul untuk memanjatkan doa bersama. Acara ini ditutup dengan makan ingkung dan tumpeng secara bersama-sama. Kang Bupati Sugiri Sancoko juga hadir dalam tradisi adat ini, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat.
Hermanto, Kepala Desa Mojorejo, menjelaskan bahwa pengiriman doa kepada Sang Maha Kuasa sangat penting agar proses pengolahan padi berjalan tanpa gangguan dari hama ataupun penyakit. "Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah, semoga dari awal tanam hingga panen mendatang, kita selalu dalam perlindungan-Nya sehingga hasil panen melimpah," ujarnya.
Kang Bupati Sugiri memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen warga Mojorejo dalam menjaga dan melestarikan tradisi ini. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan bahwa Sedekah Bumi di Mojorejo telah tercatat dalam kalender event Kabupaten Ponorogo. "Diharapkan acara ini akan terus berlangsung sebagai tradisi yang membawa berkah dan kemakmuran bagi masyarakat. Doa sejak awal sangat penting karena melibatkan alam dan Tuhan," jelasnya.
Acara Sedekah Bumi mencerminkan kekuatan komunitas dan pentingnya mempertahankan tradisi adat yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan semangat gotong royong, diharapkan tradisi ini dapat terus berlanjut untuk generasi mendatang.
