Desa Sampung yang terletak di Kecamatan Sampung, Ponorogo, kini semakin dipersiapkan untuk menjadi kawasannya wisata. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung Monumen Reog dan Museum Peradaban. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo telah meluncurkan program Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) 2024 dengan total anggaran sebesar Rp 10,6 miliar.
Program ini bertujuan untuk memperbaiki 75 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di desa tersebut. Selain perbaikan rumah, anggaran DAK PPKT juga difokuskan pada pembangunan infrastruktur lainnya. Ini termasuk pembangunan sistem sanitasi, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, jaringan perpipaan air minum, serta perbaikan jalan dan drainase untuk lima Rukun Tetangga (RT). Inisiatif ini juga mencakup tempat pengelolaan sampah dengan konsep reduce, reuse, recycle (TPS-3R).
Kang Bupati Ponorogo, dalam pernyataannya pada Jumat (3/1/2025), menegaskan pentingnya program ini untuk membangun ekosistem wisata. "DAK PPKT diletakkan di sini agar bisa saling menguatkan, sehingga Monumen Reog dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya di Pendopo Kecamatan Sampung.
Namun, Kang Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik tidak cukup. Ia menekankan perlunya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai bagian penting dalam menunjang sektor pariwisata. “Kesiapan masyarakat menjadi tuan rumah wisata sangat krusial untuk keberhasilan destinasi ini,” tambahnya.
Sebagai langkah nyata, pemkab sudah mengajak warga Desa Sampung untuk melakukan studi tiru ke Tebing Breksi di Yogyakarta. Meskipun kedua lokasi ini tidak sepenuhnya sama, namun masyarakat dapat mempelajari cara pengembangan wisata yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kesiapan senyum, kesiapan ramah, kesiapan bersih, kesiapan nyaman, dan kesiapan mental menjadi tuan rumah wisata perlu disiapkan dengan baik,” ujarnya.
Dengan berbagai proyek infrastruktur ini, diharapkan Desa Sampung tidak hanya akan menjadi lebih layak huni tetapi juga dapat menarik minat wisatawan, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
