Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pemerintah Kabupaten Tulungagung Laksanakan Program Makanan Bergizi Gratis di Al-Azhaar

Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang melaksanakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dimulai serentak pada Senin, 6 Januari 2025, dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di Indonesia.

Pada hari pelaksanaan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si, meninjau langsung proses pelaksanaan program di salah satu lembaga pendidikan, Al-Azhaar, yang terletak di Kedungwaru, Tulungagung. Selama peninjauan, Sekda mengecek berbagai aspek, mulai dari proses memasak, pengemasan (packing), hingga kelengkapan kandungan gizi dari makanan yang disediakan.

Di lembaga pendidikan Al-Azhaar, terdapat 1.386 penerima manfaat program ini. Penerima manfaat tersebut terdiri dari anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bekerjasama dengan Yayasan Al-Azhaar.

Penting untuk diketahui, pelaksanaan program ini juga melibatkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). BPOM bertugas melakukan pengujian makanan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang akan didistribusikan aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Program ini merupakan salah satu unggulan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tujuan utama dari program MBG adalah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan kesehatan masyarakat. Program ini juga berfokus untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anak, mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan (stunting), serta memberikan dampak positif bagi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat meningkatkan ekonomi di daerah.

Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah pejabat terkait, seperti Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BGN, Kepala BPOM, serta Forkopimcam Kedungwaru.