Prokopim, Batu - Pada tanggal 3 Januari 2025, Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, melakukan audiensi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur. Pertemuan ini dilaksanakan untuk membahas wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah menyerang hewan ternak di tujuh desa di Kota Batu.
Wabah PMK atau dalam bahasa Inggris disebut Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit menular yang dapat menyerang hewan berkuku genap, seperti sapi, kambing, dan domba. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi peternak karena bisa mengurangi produksi susu, daging, dan bahkan menyebabkan kematian pada hewan ternak.
Pj. Aries menekankan pentingnya kerja sama antar dinas untuk menangani wabah ini dengan cepat. Ia meminta agar vaksinasi dilakukan sebagai metode yang paling efektif dalam mencegah menyebarnya penyakit tersebut. Selain itu, steriliasi kandang hewan juga perlu dilakukan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Vaksinasi sebagai cara paling efektif dalam penganganan dan pencegahan perluasan dampak PMK harus segera dilakukan. Karena, kesehatan manusia dan hewan adalah dua hal yang tidak terpisahkan,” ujar Pj. Aries.
Langkah-langkah strategis dan wujud nyata di lapangan, menurut Pj. Aries, adalah prioritas yang harus segera dilaksanakan. Ia menyadari bahwa masalah yang ditimbulkan oleh PMK tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga dapat berpengaruh pada ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari peternakan.
