Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Kabupaten Pasuruan Tetap Stabil dalam Produksi Susu dan Daging Sapi Meski Kasus PMK Muncul Kembali

Kabupaten Pasuruan tetap menunjukkan ketahanan dalam produksi susu dan daging sapi, meskipun telah terjadi lonjakan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) sejak akhir tahun 2024. Penyakit ini biasanya menyerang hewan seperti sapi, domba, dan kambing. Namun, peternakan di Pasuruan tetap aman karena sapi yang terinfeksi bukanlah sapi perah melainkan sapi potong.

Menurut Muhammad Syaifi, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, "Produksi susu sapi segar di Kabupaten Pasuruan aman. Tidak terlalu berdampak banyak meski kasus PMK mulai merebak lagi di Kabupaten Pasuruan," ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Selama tahun 2024, produksi susu sapi perah di Kabupaten Pasuruan telah mencapai 97.112.202 liter. Produksi tertinggi terdapat di Kecamatan Tutur dengan jumlah 30.536.818 liter, diikuti Kecamatan Lekok yang menghasilkan 20.391.093 liter, dan Kecamatan Puspo dengan 15.765.314 liter. Secara keseluruhan, terdapat 13 kecamatan yang aktif memproduksi susu sapi segar di wilayah tersebut.

Syaifi juga menjelaskan bahwa harga susu segar dipengaruhi oleh kualitas yang dihasilkan oleh para peternak. "Harga susu segar ditentukan dari kualitas susu segar yang dihasilkan. Intinya di kisaran antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu per satu liter," terangnya. Harga tersebut stabil dan tidak mengalami penurunan meskipun PMK meresahkan para peternak.

Sementara itu, produksi daging sapi potong di Kabupaten Pasuruan juga menunjukkan angka yang signifikan. Selama setahun terakhir, total produksi daging sapi mencapai 1.917.721 kilogram. Produksi terbesar berasal dari Kecamatan Prigen, sebanyak 281.217 kilogram, diikuti oleh Kecamatan Wonorejo dengan 145.465 kilogram, Kecamatan Sukorejo 144.091 kilogram, dan Kecamatan Gempol 113.906 kilogram.

Dengan kondisi ini, para peternak dan pemerintah setempat terus berusaha menjaga agar pasokan susu dan daging sapi tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan hewan ternak untuk mencegah penyebaran PMK.