Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Bantuan Bedah Rumah dan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Ponorogo

Dukungan kepada warga yang terkena dampak banjir di Kabupaten Ponorogo terus mengalir. Pada hari Selasa, 24 Desember 2024, Baznas Ponorogo menyerahkan bantuan berupa tujuh paket bedah rumah untuk warga Desa Wonoketro dan Josari di Kecamatan Jetis. Bantuan ini khusus diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda.

Selain bantuan perbaikan rumah, Baznas juga menyalurkan sembako (sembilan bahan pokok), kit kebersihan, serta berbagai kebutuhan lainnya. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita kepada masyarakat yang terdampak.

Ketua Baznas Ponorogo, Kholid Ali Husni, menjelaskan, “Ada tujuh rumah di Wonoketro dan Josari yang kita bantu. Hari ini kita serahkan untuk lima rumah, sementara dua rumah lagi akan menyusul.” Dia juga menambahkan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari inisiatif Baznas dengan nama “Ponorogo Peduli”. Dana untuk program ini berasal dari zakat dan infak yang diberikan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Kholid mengungkapkan, “Dana ini merupakan hasil zakat dan infak dari ASN yang kami distribusikan untuk program Baznas Peduli.”

Bupati Sugiri Sancoko memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Baznas dalam merespons dampak bencana ini. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong di antara masyarakat ketika menghadapi musibah. Menurutnya, “Dimana pun kerugian terjadi, Baznas selalu cepat turun tangan untuk membantu masyarakat agar tidak merasa sedih.”

Selain itu, Bupati Sugiri juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana. Ia menegaskan, bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga perlu adanya upaya untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan. “Bencana memang di luar dugaan kita. Maka semua harus melakukan mitigasi dengan baik. Ini adalah pembelajaran berharga bagi kita agar tidak lengah,” ujar Bupati Sugiri.