Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Reog Resmi Menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia

Reog Ponorogo tidak lagi hanya menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo, tetapi kini juga milik semua warga Indonesia dan bahkan dunia. Pada tanggal 3 Desember 2024, UNESCO resmi menetapkan reog sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dalam sidang yang berlangsung di Paraguay. Penetapan ini merupakan pengakuan atas nilai budaya yang tinggi dari kesenian reog, yang menjadi salah satu simbol tradisi Indonesia.

Kabar baik ini disambut gembira oleh para seniman dan penggemar reog, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagai bentuk syukur atas penetapan ini, pada hari Minggu, 22 Desember 2024, pertunjukan reog serentak digelar di berbagai wilayah, termasuk di negara-negara seperti Malaysia, Australia, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, bahkan hingga Afrika.

Kang Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyatakan, "Hari ini kita adakan pertunjukan serentak, tidak hanya di bumi Nusantara, karena reog telah mendunia, pagelaran juga dilakukan di luar negeri." Ini menunjukkan betapa luasnya pengaruh dan apresiasi terhadap kesenian reog.

Meski cita-cita mendapatkan pengakuan dari UNESCO telah tercapai, Bupati Sugiri menegaskan bahwa perjuangan untuk melestarikan dan meneruskan nilai-nilai luhur kesenian tidak akan berhenti. Tugas selanjutnya adalah memastikan generasi mendatang memahami dan menghargai kesenian reog.

Lebih dari sekadar sebuah pengakuan, Kang Bupati Sugiri ingin menjadikan Reog Ponorogo sebagai titik awal dalam membangun ekonomi dan kemajuan wilayah Ponorogo. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi yang ada. "PR kita tidak hanya diterima diakui UNESCO. Kita uri-uri, kita ciptakan episentrum-episentrum pelestarian reog," tambahnya.

Bupati juga percaya bahwa dengan menggabungkan budaya dan agama, reog dapat menjadi kekuatan dalam membangun peradaban yang lebih baik. "Mari dengan reog kita bongkar kesadaran, bahwa dengan budaya bersama agama menjadi roda membangun peradaban yang lebih hebat. Kita serahkan reog dari Ponorogo, untuk Indonesia, untuk Dunia," tutupnya dengan semangat.