Ponorogo merayakan Natal dengan penuh sukacita pada tanggal 20 dan 22 Desember 2023. Perayaan ini berlangsung di dua gereja, yaitu Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dan Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Maranatha. Dalam momen yang istimewa ini, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, hadir untuk menemani umat Nasrani dalam peribadatan.
Kang Bupati Sugiri menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat mendapatkan berkah dari Tuhan. “Semoga kita mendapatkan berkat dari Allah, berkah kerukunan, berkah kedamaian, dan berkah kebersamaan,” katanya dengan penuh semangat. Pernyataan ini menunjukkan upaya untuk memperkuat hubungan antarumat beragama di Ponorogo.
Menjaga keamanan dan kenyamanan selama peribadatan adalah salah satu fokus utama Kang Bupati. Ia berjanji kepada jemaat, “Bapak ibu silakan beribadah sekhusyuknya, kami yang berjaga di luar pagar. Saya yang jamin Natal di Ponorogo aman.” Dengan adanya jaminan keamanan, umat Nasrani dapat melaksanakan ibadah mereka dengan tenang.
Kang Bupati juga menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama di Ponorogo. Ia menyatakan bahwa perbedaan suku, agama, dan ras tidak seharusnya menjadi penghalang untuk hidup berdampingan. “Kita ini lahir dalam satu rahim, rahim yang sangat teduh. Penuh dengan kerukunan dan kedamaian bernama Kabupaten Ponorogo,” ungkapnya.
Untuk menggambarkan kerukunan ini, Kang Bupati menggunakan analogi musik. Ia mengatakan bahwa kerukunan antarumat beragama seperti dawai gitar. “Walaupun setiap dawai memiliki nada yang berbeda, ketika berpadu, akan tercipta harmoni indah yang menyatukan,” jelasnya. Melalui ungkapan ini, ia mengajak masyarakat untuk hidup dalam keharmonisan, saling mendukung satu sama lain.
Ia menambahkan, “Satu agama dengan agama lain ibarat senar gitar, tidak boleh berdiri terlalu rapat agar ada ruang. Bunyi itu semakin nyaring jika ada harmoni. Namun, kita semua diikat dalam nada lagu yaitu Pancasila.” Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Melalui Pancasila, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia bisa hidup harmonis meskipun memiliki latar belakang yang beragam.
