Dalam upaya memulihkan daya dukung lingkungan dan meningkatkan tangkapan air di Waduk Bendo, Kementerian Lingkungan Hidup menanam sebanyak 10 ribu bibit pohon. Penanaman ini dilakukan di lahan seluas 17.455 hektare yang tersebar di 14 desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Desember 2024, di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Penyelanggara acara ini adalah Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang didampingi oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Dalam sambutannya, Menteri Nurofiq menekankan pentingnya penanaman pohon di daerah tangkapan air, meskipun tutupan hutan di Kabupaten Ponorogo secara umum sudah tergolong baik. “Minimnya pohon di daerah tangkapan air Waduk Bendo harus menjadi perhatian serius,” ujarnya dengan nada khawatir.
Hanif menyoroti dampak negatif dari minimnya pohon ini, terutama setelah terjadinya banjir yang melanda Ponorogo beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, “Kalau di tangkapan air tidak ada pohon, maka air dan sedimentasi semuanya akan masuk ke waduk.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan pohon bagi keberlanjutan ekosistem dan pengendalian banjir.
Bupati Sugiri Sancoko juga menyambut baik langkah penanaman pohon serentak ini. Ia menyatakan, “Kami mohon dibantu bibit pohonnya, kami akan lakukan penanaman serentak bersama masyarakat.” Hal ini menunjukkan bahwa program penanaman pohon juga merupakan bagian dari agenda Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberlangsungan Waduk Bendo sebagai sumber daya alam yang berharga.
