Pemerintah Kota Pasuruan mengadakan High Level Meeting yang bertujuan untuk sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Desember 2024 di Aula RM Kurnia. Rapat dihadiri oleh berbagai unsur perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.
Rapat ini fokus membahas keselarasan antara rencana teknis (rantek) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan visi dan misi kepala daerah terpilih untuk lima tahun mendatang. RPJMD adalah dokumen penting yang berisi rencana pembangunan jangka menengah dari suatu daerah, yang biasanya dilakukan setiap lima tahun.
Dalam sambutannya, Plt. Walikota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si, menekankan pentingnya rapat sinkronisasi ini sebagai langkah awal dalam menyusun visi, misi, dan program-program yang akan menjadi pedoman dalam penyusunan RPJMD 2025-2029. “Visi dan misi ini sebagai kerangka awal untuk menyusun program-program pada masing-masing perangkat daerah yang akan digunakan sebagai dasar dalam perumusan RPJMD Kota Pasuruan,” ujarnya.
Mas Adi juga menegaskan bahwa visi dan misi yang disampaikan untuk periode lima tahun ke depan bertujuan melakukan perbaikan dan penguatan dari program-program yang telah berjalan sebelumnya. “Banyak hal yang tercantum pada visi misi tersebut yang sebenarnya sudah kita laksanakan, ini sebagai konteks penguatan visi Pasuruan Kota Madinah untuk kemajuan Kota Pasuruan,” paparnya.
Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi bagi perangkat daerah dalam menyusun langkah-langkah strategis di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Selain itu, mereka juga bertugas untuk mengidentifikasi isu strategis serta masalah penting dalam pembangunan daerah.
Mas Adi menambahkan, “Program-program pembangunan ini tentu harus disusun sejalan dengan RPJM Nasional agar target pembangunan dapat berjalan tepat, efektif dan efisien sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.”
Melalui diskusi yang terarah ini, Mas Adi berharap dapat dihasilkan perencanaan pembangunan daerah yang mampu diukur, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, capaian indikator dalam lima tahun ke depan diharapkan dapat terwujud dengan baik.
