Pada tanggal 19 November setiap tahunnya, dunia memperingati Hari Toilet Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi dan kesehatan. Pada Kamis (12/12), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan menggelar acara peringatan Hari Sanitasi di Taman Sekargadung Kota Pasuruan.
Dalam acara tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman juga mengadakan lomba bagi kantor kelurahan yang dinamakan BERSINAR, singkatan dari Bersih Lingkungan, Aman Sanitasinya, dan Asri Tamannya. Kelurahan Tembokrejo berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Kelurahan Bugul Lor di posisi kedua, dan Kelurahan Bangilan yang menjadi juara ketiga.
Plt. Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.Tp, M.Si, dalam sambutannya menyatakan bahwa perbaikan sanitasi bukanlah tugas satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. “Ada toilet kalau masyarakat belum berubah mainsetnya tetap saja mencari tempat yang panjang yang sering dikenal dengan helikopter,” ujarnya, merujuk pada praktik buang air besar di tempat terbuka.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kota Pasuruan telah masuk dalam kategori Open Defecation Free (ODF), yang berarti tidak ada pembuangan feses sembarangan. Saat ini, 39 persen populasi di Kota Pasuruan memiliki akses sanitasi yang aman, dan 57 persen memiliki sanitasi yang layak. Namun, masih ada masyarakat yang memilih untuk membuang air di sungai.
Ia juga menyoroti perlunya kelurahan Tembokrejo, Bugul Lor, dan Bangilan untuk memastikan bahwa semua warga telah memiliki akses ke toilet. “Saya kemarin melihat masih ada toilet komunal yang tidak termanfaatkan. Apakah ini karena setiap rumah tangga mempunyai jamban atau tidak termanfaatkan karena masyarakat belum terbiasa buang air di dalam toilet,” tambahnya.
Kota Pasuruan termasuk dalam 32 kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terklasifikasi sebagai ODF. “Kita sudah dinyatakan deklarasi 100 persen ODF. Kita bersyukur mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan terkait sanitasi kota berbasis masyarakat kategori pratama,” katanya. Peringatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan komitmen bersama untuk meningkatkan kesehatan dan kebersihan lingkungan di Kota Pasuruan.
