Pemerintah Kota Blitar, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Blitar, berkomitmen untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di kota mereka hingga tahun 2025. Komitmen ini diungkapkan dalam Rapat Kerja Baznas yang berlangsung pada hari Senin, 9 Desember, di Balaikota Koesoemo Wicitro. Rapat tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Baznas Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kota Blitar, Kepala Kemenag Kota Blitar, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari lingkungan Pemerintah Kota Blitar.
Walikota Blitar mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Baznas Kota Blitar yang telah mengelola Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dengan baik. "Kami sangat mengapresiasi kerja keras Baznas dalam mengelola ZIS. Ini adalah langkah positif untuk membantu masyarakat," katanya. Peningkatan pengumpulan ZIS yang dikelola oleh Baznas Kota Blitar mencapai 37 persen di tahun ini. Kenaikan ini dipicu oleh bertambahnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan setempat.
Ketua Baznas Kota Blitar juga menyampaikan optimisme terkait penyaluran ZIS. "Kami yakin bahwa dengan penyaluran ZIS yang tepat, program pengentasan kemiskinan ekstrem dapat terwujud di tahun depan," katanya.
Program pengentasan kemiskinan ekstrem adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan yang sangat tinggi di suatu daerah. Ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga zakat, dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
