Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Posko Terpadu Kabupaten Pasuruan Kesibukan Logistik Banjir

Dalam lima hari terakhir, Posko Terpadu yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan telah disibukkan dengan berbagai urusan yang berkaitan dengan logistik kebencanaan. Fokus utama mereka adalah penanganan dampak dari banjir yang melanda kawasan tersebut.

Pada Selasa, 10 Desember 2024, suasana di Posko Terpadu terlihat padat. Lokasi ini dibangun di Rest Area Al-Baka Rejoso dan berfungsi sebagai pusat penyimpanan berbagai jenis bantuan baik dari pemerintah maupun dari berbagai elemen masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa Posko Terpadu memiliki peran penting. “Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat penyimpanan logistik di wilayah timur,” ujarnya.

Di dalam posko, setiap bantuan yang masuk akan dicatat dan diklasifikasikan. Setelah itu, semuanya akan disimpan di satu tempat untuk mempersiapkan penyaluran. “Semua bantuan yang datang kita data dulu, baru kami klasifikasikan sendiri-sendiri. Setelah itu kita kumpulkan di satu tempat untuk persiapan penyaluran,” kata Sugeng.

Sugeng juga menyebutkan beberapa pihak yang telah memberikan bantuan, di antaranya adalah Bank Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pasuruan, LPBI NU, KOMPPAK (Komunitas Pengusaha Perempuan Aktif dan Kreatif), Palang Merah Indonesia (PMI), Lazisnu, Baznas, dan masih banyak lagi lainnya. Semua bantuan ini akan segera disalurkan kepada warga yang terdampak banjir atau bencana alam lainnya.

Posko Terpadu dibuka pada hari Sabtu, 7 Desember 2024, dan beroperasi 24 jam. Puluhan petugas dari BPBD, LPBI NU, Relawan Mapalupas, dan Tagana (Taruna Siaga Bencana) bertugas untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan yang akan dikirimkan dari Posko Terpadu ini. “Kami buka 24 jam selama bencana terjadi,” tegas Sugeng.