Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) saat ini sedang mengusut kasus penembakan yang menimpa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Miri, Malaysia. Penembakan tragis ini terjadi pada malam hari tanggal 29 Juli 2023.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, melalui pesan singkatnya pada hari Sabtu, 30 Juli, menjelaskan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching segera berkoordinasi dengan Kepolisian Miri setelah menerima laporan awal. Judha menyampaikan, “Kepolisian Miri hingga saat ini masih menyelidiki kronologi penembakan yang menyebabkan kematian tersebut. Saat ini jenazah berada di RS Miri.”
Korban berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan diketahui bekerja di perkebunan kelapa sawit di Miri. Saat insiden terjadi, korban diduga sedang berusaha mengejar pelaku yang mengambil barang-barang pribadi. Hal ini menunjukkan risiko yang dihadapi oleh pekerja migran di luar negeri.
Setelah penembakan, otopsi jenazah korban dilakukan pada 1 Agustus, dan hasilnya menunjukkan bahwa penyebab kematian adalah luka tembak. Menanggapi kasus ini, KJRI Kuching juga telah mengatur pertemuan dengan pihak Kepolisian Miri pada hari Senin mendatang, 5 Agustus, untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai proses penyelidikan.
Kasus ini menjadi perhatian karena menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh WNI di luar negeri, terutama dalam hal keamanan. Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk melindungi warganya di manapun mereka berada.
Reporter: Cindy Frishanti Octavia
