Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Tingkat Kehadiran Pemilih di Pilkada Pasuruan Tetap Tinggi Meski Tak Sesuai Target

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan 2024 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan meskipun belum mencapai target yang diinginkan. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan, Ainul Yaqin, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Pasuruan mencapai 75,18 persen untuk pemilihan gubernur dan 75,11 persen untuk pemilihan bupati.

Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pemilihan bupati sebelumnya pada tahun 2018, yang hanya mencapai 67 persen. Ainul Yaqin menyatakan, "Alhamdulillah, tingkat partisipasi pemilih yang datang ke TPS cukup tinggi dibandingkan pada Pilkada 2018 lalu dan juga lebih tinggi dari beberapa daerah lain di Jawa Timur." Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung di Hotel Surya Prigen pada Rabu, 4 Desember 2024.

Tingginya tingkat kehadiran pemilih di Kabupaten Pasuruan ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selaku penyelenggara pemilu, beserta Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, dan masyarakat telah berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Masyarakat yang melakukan sosialisasi ajakan untuk datang ke TPS pada hari pemungutan suara, yaitu Rabu, 27 November 2024, juga berperan penting dalam hal ini.

Ainul Yaqin juga mengungkapkan bahwa meskipun hasilnya menggembirakan, prosentase kehadiran pemilih di Pilkada tahun ini masih belum sesuai dengan target yang diharapkan, yaitu 87 persen. Beberapa faktor penyebabnya termasuk kondisi cuaca yang tidak mendukung. Hujan yang turun pada hari pemungutan suara membuat beberapa calon pemilih ragu untuk pergi ke TPS.

Dengan kata lain, meskipun tingkat kehadiran pemilih tahun ini baik, masih ada tantangan yang harus diatasi untuk mencapai target yang ditetapkan pada pemilihan yang akan datang.