Prokopim, Batu - Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bersama Forkopimda Kota Batu, melaksanakan kegiatan penanaman pohon kopi di Kawasan Coban Talun, Kecamatan Bumiaji, pada tanggal 3 Agustus. Penanaman ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk membangun Agroforestry Kopi Lereng Gunung Arjuna.
Pohon kopi yang ditanam adalah jenis Robusta. Selain itu, para pelajar Kota Batu juga ikut berpartisipasi dengan menanam terong dan cabai di sekitar area tanaman kopi. Penanaman kopi ini memiliki tujuan mendukung pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di Kota Batu.
Pj Aries menjelaskan bahwa penanaman pohon kopi ini bertujuan untuk menjaga lahan agar tetap lestari dan dapat mengurangi dampak bencana alam. "Hari ini kita bersama menanam kopi sebagai komitmen untuk menjaga lahan kita agar lestari dan tahan terhadap bencana alam," ujar Pj Aries.
Tanaman kopi dipilih karena memiliki akar yang kuat dan efektif dalam mencegah erosi. Erosi adalah proses di mana tanah terkikis akibat berbagai faktor, termasuk air hujan. Pohon kopi dapat melindungi tanah dari tetesan air hujan langsung dengan tajuk batangnya yang berlapis, sehingga mencegah kerusakan pada tanah.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para petani yang sebelumnya lebih banyak menanam tanaman pangan. "Dengan menanam kopi yang bernilai jual tinggi, kita harapkan kesejahteraan petani akan semakin meningkat," tambahnya.
Kegiatan penanaman kopi ini diikuti oleh penandatanganan Kerjasama (Mou) Agroforestry Kopi Giri Arjuna antara pihak pemerintah dan Taman Rekreasi Selecta. Menurut Sujud Hariadi, General Manajer Taman Rekreasi Selecta, kerjasama ini bertujuan meningkatkan produk unggulan asli Kota Batu, yang seluruh prosesnya mulai dari penanaman hingga pengemasan dilakukan di daerah tersebut.
Tidak hanya itu, bantuan bibit dan biaya konversi juga diberikan oleh Yayasan Dharma Wangsa Reksawana kepada Agroforestry Kopi Giri Arjuna. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para petani dalam mengelola kawasan hutan, sehingga lahan menjadi tidak hanya produktif, tetapi juga lebih tahan terhadap bencana.
