Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, baru-baru ini mendengarkan dengan seksama laporan mengenai keadaan ketenagakerjaan di Kota Batu. Laporan ini disampaikan oleh Thomas Wunang Tjahjo, Ketua BPS Kota Batu, pada tanggal 1 Desember 2024. Dalam laporan tersebut, terdapat informasi penting mengenai Angkatan Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Batu.
Menurut laporan yang dipresentasikan, jumlah Angkatan Kerja di Kota Batu mengalami penurunan yang signifikan selama periode Agustus 2023 hingga Agustus 2024. Tercatat, Angkatan Kerja berkurang menjadi 128.470 orang, atau turun sebanyak 7.759 orang dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini diakibatkan oleh berkurangnya jumlah penduduk yang memiliki pekerjaan, yaitu sekitar enam ribu orang. Namun, ada kabar baik, jumlah pengangguran juga mengalami penurunan sebesar 1.484 orang.
Pj. Aries menjelaskan, "Penurunan Angkatan Kerja ini menunjukkan bahwa semakin sedikit penduduk yang aktif bekerja atau mencari pekerjaan. Selain itu, ada kesenjangan partisipasi antara laki-laki dan perempuan." Dia menekankan bahwa partisipasi angkatan kerja di Kota Batu mengalami penurunan, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 73,53 persen, turun 5,46 poin dari tahun lalu.
Selanjutnya, laporan juga menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Batu mengalami penurunan sebesar 3,63 persen. Artinya, sekitar 3 hingga 4 orang dari setiap 100 orang angkatan kerja masih menganggur. Laporan mengenai pola pengangguran mengungkapkan bahwa angka pengangguran laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan, yaitu 3,93 persen untuk laki-laki dan 3,19 persen untuk perempuan.
Pj. Aries mengungkapkan, "Tren positif ini, yaitu penurunan TPT dan kenaikan IPM, adalah hasil kolaborasi serta sinergitas dari seluruh elemen masyarakat Kota Batu." Ini menegaskan pentingnya kerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di kota tersebut.
