Pemerintah Kota Blitar telah menggelar pagelaran wayang kulit dalam rangka penutupan peringatan Hari Wayang Dunia ke-40. Acara ini berlangsung di paseban PIPP Kota Blitar pada malam Sabtu, 30 November. Pagelaran ini diadakan bekerja sama dengan dua perkumpulan dalang muda, yaitu Damar Sasaji dan Pamudyantara.
Ketua Pelaksana peringatan, Nanda Cangik, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda melestarikan seni wayang kulit. “Kami berharap, dengan melibatkan sembilan dalang muda dalam penutupan ini, mereka bisa lebih mengenal dan mencintai seni wayang,” ungkapnya. Nanda menekankan bahwa wayang kulit mengandung nilai-nilai moral, etika, kearifan lokal, dan juga menyampaikan pesan dakwah serta hiburan.
Pada pagelaran tersebut, dibawakan lakon berjudul "Sesaji Rajasuya," yang menceritakan tentang Prabu Jarasanda yang berambisi menaklukkan dunia dengan menjajah para raja. Lakon ini merupakan salah satu contoh kisah dalam wayang yang mengajarkan pentingnya kepemimpinan dan wawasan global.
Pagelaran wayang kulit di Blitar ini bukan hanya untuk merayakan hari penting tersebut, tetapi juga sebagai langkah untuk mewariskan tradisi budaya kepada generasi berikutnya. Dengan acara ini, pemerintah berharap agar seni wayang kulit tidak hanya diingat, tetapi juga bisa terus hidup dan berkembang di kalangan anak muda.
