Olimpiade 2024 di Paris akan menjadi ajang yang sangat menarik, menampilkan para atlet terbaik dunia. Namun, acara ini juga mengungkapkan perbedaan tingkat pendapatan di antara para atlet tersebut. Banyak atlet profesional yang akan berkompetisi, tetapi terdapat pula atlet yang harus mencari dana sendiri untuk mengikuti ajang ini.
Sebelum tahun 1988, hanya sedikit atlet Olimpiade yang mampu menghasilkan uang dalam jumlah besar. Pada saat itu, sebagian besar atlet adalah amatir yang memiliki pekerjaan lain untuk menyambung hidup. Seiring dengan diizinkannya atlet profesional berpartisipasi dalam Olimpiade, terutama sejak tahun 1988, banyak perubahan terjadi.
Saat ini, ada banyak atlet yang mengalami kesulitan keuangan meskipun mereka berkompetisi di tingkat tertinggi. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa menggalang dana melalui platform seperti GoFundMe agar keluarga mereka dapat hadir untuk mendukung mereka selama kompetisi.
Sebaliknya, atlet profesional yang bergabung dalam tim akan menjadi sorotan. Misalnya, tim bola basket putra Amerika Serikat, yang semuanya merupakan pemain NBA, memiliki total nilai kontrak mencapai $4,7 miliar. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara atlet dari berbagai disiplin olahraga dan situasi keuangan mereka.
Olimpiade tidak hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh para atlet dari latar belakang yang berbeda. Perbedaan ini menjadi penting untuk diperhatikan saat kita menyaksikan perlombaan dan pertandingan di Paris tahun depan.
