Penelitian terbaru dari para peneliti di Universitas California, Los Angeles, dan Universitas Southern California mengungkapkan dampak negatif dari legalisasi taruhan olahraga di Amerika Serikat. Sejak Mahkamah Agung Amerika Serikat mencabut larangan taruhan olahraga pada tahun 2018, sebanyak 38 negara bagian telah mengizinkan bentuk taruhan ini. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan keuangan konsumen di negara bagian tersebut mengalami penurunan.
Menurut penelitian tersebut, rata-rata skor kredit di negara bagian yang melegalkan taruhan olahraga menurun sebesar 0,3% setelah sekitar empat tahun penerapan. Penurunan ini bahkan lebih signifikan, mencapai 1%, di lokasi yang mengizinkan taruhan olahraga online. Skor kredit adalah angka yang menunjukkan risiko peminjam untuk tidak bisa membayar utang, dan semakin tinggi angka tersebut, semakin baik kualitas kredit seseorang.
Lebih mengejutkan lagi, penelitian juga menemukan terdapat peningkatan sebesar 8% dalam jumlah utang yang dikumpulkan melalui proses hukum, serta peningkatan sebesar 28% dalam jumlah kebangkrutan di wilayah yang mengizinkan taruhan olahraga online. Kebangkrutan adalah kondisi ketika seseorang atau sebuah entitas tidak dapat membayar utang yang jatuh tempo, dan dapat memiliki dampak serius pada kestabilan finansial seseorang.
Temuan ini sesuai dengan kenyataan bahwa orang yang tinggal dekat dengan kasino lebih rentan untuk mengalami masalah perjudian. Dengan keberadaan aplikasi taruhan olahraga yang semakin berkembang, kasino seolah-olah kini berada di dalam saku semua orang.
Penelitian ini memberikan peringatan khusus bagi generasi muda, terutama pria, yang dianggap lebih rentan terhadap masalah perjudian. Menurut para peneliti, semakin luas opsi taruhan yang tersedia, semakin besar pula risiko yang dihadapi.
