Sebuah konferensi pers akan diselenggarakan pada hari Senin, 25 November 2024, dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Acara ini akan dilakukan secara daring melalui Zoom, dengan tujuan membahas keterlibatan perusahaan yang terhubung dengan keluarga Prabowo dalam isu hukum yang mencuat menjelang Pilkada 2024. Isu ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat, terutama terkait dengan tindakan hukum yang dianggap melawan aturan yang berlaku.
Beberapa narasumber penting yang dijadwalkan hadir antara lain Venetzia Andemora, perwakilan warga Pulau Sangihe, serta Jull Takaliuang dari Save Sangihe Island. Mereka bersama Dini Pramita dari JATAM dan Afdillah Chudiel dari Greenpeace, akan memberikan pandangan dan informasi mengenai dampak dari aktivitas usaha keluarga Prabowo terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Moderator acara ini adalah Andrie Yunus dari KontraS, yang dikenal sebagai lembaga yang memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Melalui konferensi ini, diharapkan masyarakat bisa memahami lebih dalam mengenai isu yang dihadapi oleh warga Pulau Sangihe dalam konteks Pilkada 2024. Acara ini juga melibatkan berbagai tagline menyoroti potensi masalah yang muncul, seperti #PemiluMemilukan dan #TolakTambang, yang menunjukkan dukungan terhadap gerakan untuk melawan perusahaan-perusahaan yang dianggap merugikan masyarakat.
Keberadaan perusahaan yang dikelola oleh keluarga Prabowo, terutama PT TMS, sedang menjadi sorotan karena dugaan pembangkangan hukum yang dilakukan. Dalam konteks hukum, pembangkangan adalah tindakan tidak mematuhi norma atau aturan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, banyak pihak yang merasa terancam oleh aktivitas tambang yang merusak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Konferensi pers ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan jelas mengenai situasi yang sedang berkembang, serta memberikan kesempatan bagi warga untuk menyuarakan pendapat mereka.
