Pada tanggal 27 November 2024, Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak. Ini adalah momen penting bagi setiap warga negara untuk memilih pemimpin yang akan mengurus daerah mereka. Namun, ada sebuah pertanyaan penting: bagaimana politik energi mempengaruhi Pilkada ini dan apa saja dampaknya bagi komunitas di daerah sumber energi?
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam diskusi berjudul "Pilkada Membawa Petaka: Potret Krisis dan Kepentingan Oligarki pada Pilkada Serentak 2024". Diskusi ini bertujuan untuk membahas isu-isu terkait industri ekstraktif dan dampak yang ditimbulkannya pada warga di wilayah-wilayah yang kaya akan sumber daya energi.
Diskusi ini akan melibatkan warga komunitas, serta jaringan organisasi atau lembaga yang terdampak oleh industri ekstraktif di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan pada malam ini pukul 19.00 WIB atau 20.00 WITA melalui akun twitter JATAM.
Peserta yang memiliki cerita mengenai para calon kandidat dan pengaruh industri ekstraktif di wilayah mereka diharapkan untuk ikut serta dalam perbincangan ini. Ini menjadi kesempatan penting untuk mengungkapkan pengalaman dan opini seputar dampak yang telah dirasakan oleh komunitas terkait kepentingan energi dan politik.
Dengan pemilihan yang semakin dekat, penting bagi kita untuk memahami semua aspek yang mungkin berpengaruh pada keputusan kita sebagai pemilih. Mari kita tingkatkan kesadaran akan isu-isu yang ada dan bersuara untuk masa depan yang lebih baik.
