Pencinta warisan budaya di Spanyol mengguncang media sosial setelah restorasi Gereja Ermita de Nuestra Señora del Miron di wilayah timur laut Spanyol. Foto-foto gereja yang diunggah oleh kelompok warisan Soria Patrimonio menunjukkan perubahan mencolok pada interior gereja, di mana wajah para malaikat yang sebelumnya terawat kini menjadi terlihat kaget setelah dicat ulang.
Selain itu, bagian dalam gereja yang dulunya dicat putih kini telah berubah menjadi warna merah muda gelap. Perubahan tersebut menyulut kemarahan di kalangan penggiat pelestarian budaya, yang khawatir bahwa restorasi seperti ini dapat merusak keaslian bangunan bersejarah.
Francisco Manuel Espejo, Presiden Asosiasi Profesional Restorator dan Konservator Spanyol (ACRE), menyatakan bahwa pekerjaan restorasi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi tim multidisiplin dalam pelestarian warisan. Dia menjelaskan kepada surat kabar Spanyol El Confidencial, “Kami tidak berbicara tentang restorasi yang gagal, tetapi lebih kepada serangan terhadap warisan.”
Kritik terhadap restorasi ini juga mengingatkan banyak orang akan insiden terkenal terkait restorasi karya seni lainnya, yaitu ‘Ecce Homo,’ sebuah lukisan fresco yang menggambarkan Yesus Kristus. Restorasi yang tidak berhasil ini menjadi viral di seluruh dunia 12 tahun yang lalu karena penampilannya yang mirip dengan monyet, sehingga dijuluki ‘Christ Monyet’ secara bercanda.
Kasus ini telah memicu perdebatan mengenai pentingnya pelestarian yang benar terhadap bangunan bersejarah dan karya seni, agar tidak kehilangan nilai dan maknanya di masa depan.
