Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Aksi Seribu Pembatik Ciprat Meriahkan HUT Kabupaten Tulungagung ke-819

Jum'at (22/11/2024) menjadi hari yang spesial bagi Kabupaten Tulungagung, yang merayakan ulang tahun ke-819. Dalam rangka perayaan ini, SMPN 1 Kedungwaru menyelenggarakan acara bertajuk "Aksi Seribu Pembatik Ciprat." Kegiatan ini diadakan di Taman Aloon-Aloon Tulungagung dan dimulai pagi hari, tepatnya pukul 08.00 WIB.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya Pj. Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, MT, serta Sekretaris Daerah Drs. Tri Hariadi, M.Si. Juga hadir Kepala Dinas Pendidikan Rahadi P Bintara dan Kepala SMPN 1 Kedungwaru Dr Hj Sri Wahyuni, MPd. Selain itu, Muspika Kecamatan Kedungwaru juga turut meramaikan acara ini.

Kepala SMPN 1 Kedungwaru, Dr Hj Sri Wahyuni, MPd, dalam sambutannya menjelaskan tujuan dari kegiatan ini. Dia mengatakan bahwa Aksi Seribu Pembatik Ciprat diadakan untuk memperingati HUT Tulungagung ke-819 sekaligus mengajar siswa tentang seni batik dan kewirausahaan. "Hasil karya dari murid kelas 7 nantinya akan digunakan untuk seragam batik, sementara karya dari kelas 8 dan 9 akan dipamerkan di galeri sekolah untuk dipasarkan," ujarnya.

Batik adalah kain yang memiliki pola atau gambar yang dihasilkan dengan teknik menulis atau mencetak menggunakan malam (lilin). Batik telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pj. Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, menekankan pentingnya mengenalkan warisan budaya batik kepada anak-anak. "Kegiatan ini adalah bagian dari pengembangan kurikulum merdeka yang bertujuan untuk mengajarkan inovasi dan melestarikan budaya Indonesia," ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan simbolis pemberian bantuan alat membatik kepada para siswa. Penandaan kegiatan ini juga dilakukan dengan pelepasan balon udara, sebagai pertanda dimulainya kegiatan membatik ciprat oleh para murid.