Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Seminar Nasional dan Safety Award TNI AU 2024

Pada hari Kamis, 1 Agustus 2024, Kotak Angkatan Udara TNI menggelar Seminar Nasional dan Safety Award di Puri Ardya Garini, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Acara ini dihadiri oleh Staf Khusus INACA, Capt. Dr. Toto Soebandoro, dan berlangsung dengan penuh semangat.

Seminar ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah “Masa Depan Keselamatan Penerbangan dan Kerja: Tantangan dan Peluang di Era Digital Menuju Generative Safety Culture.” Tema ini menjadi sangat relevan mengingat perkembangan teknologi digital yang pesat dan pengaruhnya pada keselamatan penerbangan.

Acara ini menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka baik dari internal TNI AU maupun dari luar negeri. Di antara mereka terdapat Letkol Joshua Ramirez, Deputy of Aviation Safety dari United States Pacific Air Force (PACAF); Mr. Mark Clark, Deputy Director Safety System Airworthiness dari Defence Aviation Safety Authority (DASA) Australia; dan dr. Retno Wibawanti, Sekretaris Prodi Spesialis Kedokteran Penerbangan FKUI. Masing-masing pembicara membagikan wawasan serta pengalaman berharga yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan dan kerja di era digital.

Selain itu, terdapat juga peserta dari internal TNI AU serta perwakilan dari berbagai maskapai penerbangan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Penerbad, dan Penerbal. Dengan demikian, seminar ini menjadi ajang berbagi pengetahuan dan penguatan kerjasama antar sektor untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan di Indonesia.

Seminar ini bertujuan untuk menghadirkan solusi yang konstruktif terhadap tantangan yang dihadapi oleh industri penerbangan saat ini, serta membangun budaya keselamatan yang lebih baik dalam semua aspek penerbangan. Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan keselamatan penerbangan di Indonesia dapat terus meningkat.