Candace Owens, seorang komentator konservatif, baru-baru ini mengungkapkan pendapatnya tentang penyanyi terkenal Beyoncé. Menurutnya, Beyoncé belum mengeluarkan album yang bagus sejak album "Four" yang dirilis pada tahun 2011. Komentar ini menyulut perdebatan di kalangan penggemar musik dan media.
Pernyataan Owens datang setelah Tina Knowles, ibu Beyoncé, membantah klaim bahwa putrinya dibayar untuk berbicara di acara kampanye Wakil Presiden Kamala Harris di Houston, Texas bulan lalu. Tina menekankan bahwa Beyoncé "tidak menerima sepeser pun" untuk kehadirannya.
Dalam episode podcastnya, Owens menceritakan pengalamannya, “Saya sedang menikmati akhir pekan yang normal, pergi ke pasar petani dengan anak-anak, dan kemudian seseorang mengirim pesan bahwa bunda Beyoncé menyerang saya di Instagram." Ia kemudian mulai menargetkan Beyoncé secara langsung dalam komentarnya.
Owens melanjutkan dengan menyatakan, "Beyoncé tidak ingat arti menjadi autentik lagi. Dia sudah terbiasa melihat perempuan kulit hitam lain tunduk kepadanya. Tidak ada yang dilakukan Beyoncé yang saya hormati." Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan Owens terhadap perubahan dalam karier Beyoncé dan bagaimana ia memandang dirinya di industri musik.
Kontroversi ini menyoroti perbedaan pandangan dalam dunia hiburan, terutama terkait dengan keberlanjutan kualitas karya seorang artis. Menarik untuk melihat bagaimana kedua pihak ini akan merespon komentar yang saling menunjuk seperti ini ke depannya.
