Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

ZIARAH MAKAM BUPATI TULUNGAGUNG DALAM RANGKA HARI JADI KE-819

Pada hari Kamis, 14 November 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelar acara ziarah kubur untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-819. Acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung.

Acara tersebut dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, dengan keberangkatan dari Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung. Rombongan peziarah diawali dengan mengunjungi makam Kanjengan P.A Sosrodiningrat di Gunung Cilik Kamulan, Trenggalek. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa para bupati yang pernah memimpin Kabupaten Tulungagung.

Selama kegiatan berlangsung, para peziarah dibagi menjadi dua rombongan. Rombongan pertama mengunjungi beberapa makam antara lain makam Kanjengan P.A Sosrodiningrat, Kyai Ngabei Mangundirono, Tondo Widjojo, dan R.M Mangun Negoro. Lokasi makam-makam ini berada di dusun Srigading, Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Rombongan ini juga mengunjungi makam Tumenggung Tamengan di situs Astono Gedong, makam R.M.T. Pringgodiningrat di desa Majan, serta makam Poegoeh Tjokro Soemarto di desa Tanon sebelum akhirnya selesai di makam R.M Jayengkusumo di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban.

Di sisi lain, rombongan kedua memulai ziarah dengan mengunjungi makam Pangeran Benowo yang terletak di Bedalem, Kecamatan Besuki. Mereka juga pergi ke makam Tumenggung Surontani di Tanggung, Kecamatan Campurdarat, serta makam Tumenggung Surontani yang ada di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu. Selain itu, rombongan ini juga mengunjungi makam R.T Partowijoyo di Ngadirogo, Desa Bendil Wungu, Kecamatan Sumber Gempol, dan makam BPM Puguh Cokro Sumarto di Kelurahan Kepatihan. Rombongan kedua pun berakhir di makam Desa Demuk untuk bertemu dengan rombongan pertama.

Kegiatan ini menunjukkan penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pemimpin sejarah yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Tulungagung. Ziarah ini adalah simbol dari rasa cinta dan menghargai jasa para pendahulu yang telah berjuang untuk kemajuan daerah.