Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Seruan David Lammy untuk Gencatan Senjata di Gaza Menjadi Kontroversial

Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, baru-baru ini memperingati 300 hari sejak serangan 7 Oktober dengan sebuah unggahan di media sosial yang menyerukan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera Israel. Ia menyatakan, "Sudah 300 hari sejak 7 Oktober - serangan paling mematikan terhadap orang Yahudi sejak Holocaust. Banyak yang diculik dan diambil sebagai sandera masih dalam penahanan."

Serangan 7 Oktober yang dimaksud Lammy merujuk pada insiden berdarah yang menyebabkan banyak korban jiwa, dan Holocaust adalah periode sejarah ketika jutaan orang Yahudi dibunuh selama Perang Dunia II. Namun, ungkapan Lammy tidak berjalan mulus. Beberapa pengguna media sosial langsung mengkritik pernyataannya.

Owen Jones, seorang kolumnis terkenal asal Inggris, mengungkapkan kekecewaannya dengan mengatakan, “Tidak ada satu pun penyebutan di sini tentang puluhan ribu orang Palestina, banyak dari mereka anak-anak, yang dibantai dalam 300 hari genosida.” Genosida adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembunuhan massal yang disebabkan oleh kebencian terhadap kelompok tertentu.

Jones juga menambahkan bahwa pernyataan Lammy menunjukkan “rasisme anti-Palestina yang tidak halus,” dan menekankan bahwa pemerintah Inggris masih terus menyediakan persenjataan kepada Israel. Hal ini menjadi sorotan banyak pihak, mengingat kekhawatiran akan dampak dari konflik yang berkepanjangan ini terhadap warga sipil di kedua belah pihak.

Kontroversi ini mengangkat isu yang lebih luas tentang tanggung jawab internasional dalam konflik yang melibatkan Israel dan Palestina. Hingga saat ini, banyak orang masih memantau situasi dan berharap untuk solusi damai.