Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Karneni Campurdarat di Kabupaten Tulungagung baru saja mendapatkan alokasi anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk tahun 2024. Total anggaran yang diterima mencapai lebih dari 2 milyar rupiah.
Direktur RSUD, dr. Rio Ardona, MMRS, menjelaskan bahwa dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Tulungagung. Salah satu fokus utama dari penggunaan dana ini adalah pengadaan alat kesehatan yang lebih lengkap dan modern.
"Dengan tambahan anggaran ini, kami berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dan merata bagi masyarakat di Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya," terang dr. Rio saat konfirmasi.
Pengalokasian DBHCHT ke fasilitas kesehatan adalah langkah strategis pemerintah untuk memastikan bahwa pendapatan dari cukai hasil tembakau dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sektor kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat.
Di RSUD dr. Karneni, penggunaan anggaran ini akan difokuskan pada peningkatan layanan medis. Ini termasuk pengadaan peralatan diagnostik, alat operasi, dan perangkat medis lainnya yang dianggap penting untuk mendukung pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Peningkatan kualitas pelayanan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Tulungagung. Dengan adanya akses layanan yang lebih baik dan fasilitas medis yang memadai, diharapkan kesehatan masyarakat akan meningkat secara signifikan.
