Pemerintah Kenya telah memulai proses pembasmian satu juta burung gagak India. Langkah ini diambil karena burung-burung tersebut dianggap sebagai spesies invasif yang menyebabkan berbagai gangguan di lingkungan sekitar. Mereka diketahui memangsa satwa liar asli, merusak kawasan wisata, serta menyerang peternakan unggas.
Selama beberapa bulan terakhir, pihak berwenang telah melakukan konsultasi dengan para ahli lingkungan, konservasionis, pemimpin komunitas, serta perwakilan dari industri perhotelan. Berdasarkan diskusi tersebut, mereka berusaha untuk mengurangi jumlah burung gagak ini hingga setengah dari populasinya.
Namun, kelompok aktivis yang peduli terhadap hak-hak hewan dan burung mengecam tindakan pemusnahan ini. Menurut mereka, membunuh burung-burung gagak dengan cara keracunan adalah tindakan yang tidak manusiawi. Mereka berargumen adanya beberapa metode alternatif yang lebih ramah lingkungan dan tidak mematikan yang seharusnya dipertimbangkan.
Pembasmian ini bertujuan untuk melindungi ekosistem yang ada dan menjaga keseimbangan antara satwa liar dan habitat mereka. Diharapkan, dengan upaya ini, kehidupan hewan-hewan lokal lainnya dapat terlindungi dari ancaman yang ditimbulkan oleh burung gagak India.
