Pada sebuah konvensi untuk jurnalis kulit hitam, Donald Trump mempertanyakan identitas rasial Kamala Harris, wakil presiden Amerika Serikat saat ini. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa Harris, yang merupakan kandidat presiden dari Partai Demokrat, sebelumnya hanya menekankan warisan Asia-Amerikanya. Jenis ras ini meliputi orang-orang yang berasal dari Asia yang tinggal atau lahir di Amerika.
Trump berkata, "Dia menjadi orang kulit hitam," dan menambahkan, "Saya menghormati salah satu dari keduanya." Namun, ia kemudian menyatakan bahwa Harris selalu mengidentifikasi diri sebagai keturunan India hingga akhirnya mengklaim, "Dia tiba-tiba berbalik dan menjadi orang kulit hitam."
Kamala Harris, yang memiliki orang tua yang lahir di India dan Jamaika, adalah wakil presiden pertama yang berasal dari komunitas kulit hitam dan Asia-Amerika. Menanggapi pernyataan Trump, Harris menyebut komentar tersebut sebagai "pertunjukan lama" yang menunjukkan "perpecahan... dan ketidakhormatan."
Ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai identitas rasial. Di masa lalu, ia juga pernah menuduh Barack Obama, presiden kulit hitam pertama di AS, sebagai orang yang tidak lahir di negara tersebut. Tindakan ini menunjukkan pola di mana Trump menargetkan lawan-lawannya dengan serangan berdasarkan ras.
Komentar tersebut menambah ketegangan di tengah pemilihan mendatang dan menunjukkan bahwa isu-isu rasial tetap menjadi bagian penting dalam politik AS.
