Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Festival Reog Kendang Lestarikan Budaya di Tulungagung

Festival Reog Kendang berlangsung meriah di Pendopo Djayeng Koesoemo, Tulungagung, pada Kamis, 14 November 2024. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korem 081/DSJ yang ke-61 dan juga untuk merayakan HUT Kabupaten Tulungagung yang ke-819.

Festival tersebut diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan sanggar-sanggar seni di wilayah Tulungagung. Sekda Tri Hariadi dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya acara ini. “Lomba Reog Kendang Lestari Budaya merupakan salah satu terobosan jajaran Kodim 0807 Tulungagung dalam memperingati HUT ke-61 Korem 081/DSJ. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya untuk ‘nguri-uri’ salah satu warisan budaya Indonesia, khususnya Tulungagung,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0807 Tulungagung membacakan sambutan Komandan Korem 081/DSJ. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi. “Lomba Reog Kendang ini memiliki arti yang mendalam. Selain untuk memperingati HUT ke-79 TNI dan HUT ke-61 Korem 081/DSJ, kegiatan ini bertujuan melestarikan seni dan budaya daerah yang merupakan kebanggaan kita bersama,” katanya.

Lebih lanjut, dia berharap bahwa festival ini dapat menjadi sarana bagi para seniman Reog Kendang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat persatuan dan kesatuan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat.

Acara ditutup dengan pemukulan kendang oleh Sekda Tulungagung bersama seluruh anggota Forpimda Kabupaten Tulungagung sebelum festival dimulai. Dengan kegiatan ini, diharapkan seni dan budaya Reog Kendang dapat terus dilestarikan untuk generasi mendatang.