Jaksa federal menuduh rapper Lil Durk terlibat dalam pemesanan pembunuhan rapper lain, Quando Rondo, dalam sebuah insiden penembakan yang terjadi pada tahun 2022. Mereka mengklaim bahwa Lil Durk ingin "memanfaatkan" kejahatan ini untuk keuntungan komersial dengan "merapalkan tentang balas dendam" dalam lirik-liriknya.
Tuduhan baru ini muncul dari revisi dakwaan yang menambahkan dua tuduhan berat baru terhadap Durk. Selain tuduhan konspirasi yang sudah ada, penuntut juga menambahkan tuduhan pembunuhan atas permintaan dan tuduhan pemilikan senjata api. Ini menandai perpanjangan kasusnya, yang kini dilanjutkan dengan tuduhan serupa terhadap beberapa rekan-rekannya.
Paling menarik, dakwaan yang dirubah ini mencakup tuduhan baru yang menyatakan bahwa Lil Durk secara langsung merujuk pada insiden penembakan tersebut dalam lagu yang dirilisnya pada tahun 2022. Dalam dokumen tuntutan, dijelaskan bahwa "Setelah percobaan pembunuhan terhadap [Rondo] dan pembunuhan [Lul Pab], terdakwa Banks ingin memanfaatkan kematian [Lul Pab] dengan merapalkan tentang balas dendamnya terhadap [Rondo]."
Kejadian ini menekankan hubungan antara musik dan realitas hukum yang ada, di mana lirik lagu dapat digunakan sebagai bukti dalam pengadilan. Ini menunjukkan bagaimana budaya hip-hop dapat mempengaruhi pandangan hukum serta dampak dari lirik yang dinyanyikan para seniman.
