Penyanyi terkenal Billie Eilish memberikan tanggapan yang tajam terkait kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS. Dalam sebuah pertunjukan di Nashville, Eilish mengekspresikan pendapatnya tanpa langsung menyebut nama Trump.
"Mari kita sebut dia sebagai predator yang terpidana," kata Eilish. Ia tidak hanya menyoroti masa lalu Trump, tetapi juga merujuk pada sikapnya yang dianggap menghina perempuan. Ia menyatakan, "Seseorang yang membenci perempuan dengan sangat dalam akan menjadi Presiden Amerika Serikat." Eilish, yang sebelumnya mendukung Kamala Harris dalam pemilihan, merasa khawatir tentang arah negara di bawah kepemimpinan Trump.
Setelah kemenangan Trump yang mengejutkan pada malam Selasa, Eilish bukan satu-satunya bintang yang berbicara. Di Instagram Stories-nya pada Rabu pagi, ia menuliskan, "Ini adalah perang terhadap perempuan." Komentar ini menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu yang dihadapi perempuan di Amerika Serikat.
Tindakannya tersebut mencerminkan kekhawatiran sejumlah kalangan dalam masyarakat tentang kemungkinan dampak kepemimpinan Trump bagi hak-hak perempuan. Eilish dan banyak selebriti lainnya juga berusaha untuk menggugah kesadaran akan tantangan yang mungkin muncul di masa mendatang.
Dengan vokalnya yang berani, Billie Eilish berusaha menjadi suara bagi mereka yang merasa terpinggirkan. Ia mengingatkan semua orang bahwa isu-isu ini tidak boleh diabaikan, dan setiap suara penting dalam menentukan masa depan.
