Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara, Laksamana Udara R. Suryadi Suryadarma, telah mengeluarkan Surat Keputusan No. 488 pada tanggal 1 Agustus 1960. Surat keputusan ini bertujuan untuk membentuk Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP).
Tugas LAPIP sangat penting. Mereka bertanggung jawab dalam usaha untuk membentuk industri penerbangan nasional. Pelaksanaan tugas ini dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama adalah fase persiapan, dilanjutkan dengan fase produksi dalam jumlah terbatas, dan akhir sekali adalah fase penyempurnaan produksi dalam jumlah banyak.
Kolonel Udara Nurtanio Pringgoadisurjo ditunjuk sebagai Direktur LAPIP. Di dalam rencana industrinya, LAPIP akan memprioritaskan pembuatan beberapa jenis pesawat. Pertama, pesawat latih atau pesawat dasar, pesawat pertanian, pesawat angkut ringan, pesawat serba guna, dan juga helikopter.
Untuk mendukung perkembangan industri penerbangan, Indonesia menjalin kerjasama dengan negara lain yang lebih maju. Pada tanggal 20 September 1961, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Polandia. Kerjasama ini meliputi pendidikan tenaga kerja untuk produksi pesawat, bantuan teknis, serta desain dan materiil yang dibutuhkan.
Setelah beberapa tahun beroperasi, LAPIP berhasil memproduksi 15 pesawat terbang pada akhir tahun 1964. Jenis pesawat yang berhasil diproduksi antara lain 5 Pesawat Belalang, 3 Pesawat Super Kunang, 3 Pesawat Helikopter dan Gyrokopter, serta 4 Pesawat Gelatik. Selain itu, LAPIP juga membuat pesawat-pesawat seperti Belalang 90A dan Kinjeng 150 untuk keperluan pertanian dan Hovercraft untuk pengawasan perairan dangkal.
LAPIP menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam industri penerbangan Indonesia. Upaya ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan kemampuan teknologi penerbangan di dalam negeri, sehingga Indonesia memiliki kemandirian dalam produksi pesawat terbang.
TNI Angkatan Udara mengungkapkan semangatnya dengan slogan, "Jauh di Langit Dekat di Hati," yang menunjukkan komitmen mereka terhadap perkembangan industri pertahanan dan penerbangan nasional.
