Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pelayanan Kesehatan Darurat di Ponorogo Semakin Prima

Layanan kegawatdaruratan medis di Kabupaten Ponorogo akan segera mengalami peningkatan kualitas. Hal ini disebabkan oleh diadakannya Gladi Kegawatdaruratan dengan tema "Medical Emergency Response Competition" pada Selasa, 5 November 2024. Kegiatan ini berlangsung di Rasad Manunggal Garden Ponorogo dan diikuti oleh Tim PSC 119 yang terdiri dari petugas medis dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Ponorogo.

Dyah Ayu Puspitaningarti, Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, menjelaskan bahwa Gladi Kegawatdaruratan merupakan kompetisi dan juga simulasi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kolaborasi petugas dalam menangani situasi darurat. Kegiatan ini penting, karena penanganan yang cepat dan tepat terhadap pasien dalam keadaan darurat bisa menyelamatkan nyawa.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti serangkaian contoh kasus gawat darurat yang diajarkan oleh narasumber-narasumber berkompeten. Narasumber tersebut termasuk dokter spesialis jantung, anestesi, dan kandungan. Peserta kemudian mempraktikkan cara menangani korban secara langsung, agar dapat menguasai teknik yang diperlukan untuk situasi kritis.

"Kami ingin peserta dapat merefresh dan menambah keterampilan mereka agar dapat diimplementasikan dalam situasi nyata," ungkap Dyah mengenai tujuan dari kegiatan ini.

Pjs Bupati Joko Irianto turut hadir dan membuka acara tersebut. Ia menyambut baik digelarnya program ini dan memberikan harapan besar bagi peningkatan pelayanan kesehatan. "Semoga dengan kegiatan ini, pasien kegawatdaruratan dapat ditangani lebih sigap dan optimal. Ini sangat penting untuk meningkatkan harapan hidup masyarakat, mencegah kecacatan, hingga menurunkan angka kematian," kata Joko Irianto.

Joko juga memberikan semangat kepada semua peserta. Ia berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Ponorogo.