Metro Boomin, produser musik terkenal, kini menghadapi gugatan perdata. Tuduhan ini berkaitan dengan insiden yang diduga terjadi pada bulan September 2016. Dalam pengajuan resmi yang dilakukan oleh pengacara Vanessa LeMaistre, dikatakan bahwa Vanessa kehilangan kesadaran setelah mengonsumsi Xanax dan minuman beralkohol di studio rekaman milik Metro, yang memiliki nama asli Leland Wayne.
Menurut pengacara Vanessa, “Hal yang bisa diingat oleh Ny. LeMaistre adalah terbangun di tempat tidur di lokasi berbeda. Pada saat itu, ia mengalami pemerkosaan dan merasa tidak bisa bergerak ataupun bersuara.” Pernyataan ini mengindikasikan keadaan berbahaya di mana seseorang kehilangan kendali atas tubuhnya, yang disebut sebagai keadaan tidak sadar.
Di sisi lain, pengacara Metro Boomin, Lawrence Hinkle II, memberikan tanggapan tegas terhadap tuduhan ini. Ia menyatakan bahwa semua tuduhan tersebut adalah kebohongan. Hinkle bahkan menyebut gugatan tersebut sebagai “penipuan murni” yang ditujukan untuk menjatuhkan kliennya.
Pergeseran isu hukum ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak individu yang berurusan dengan dakwaan serius dalam industri hiburan. Kasus ini akan menarik perhatian banyak orang, baik penggemar musik maupun masyarakat umum, yang ingin mengetahui bagaimana perkembangan hukum ini ke depan.
