Pemerintah Kota Blitar terus berkomitmen untuk mengurangi angka stunting di daerah tersebut. Stunting adalah kondisi ketika seorang anak mengalami pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi kronis, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah ini.
Salah satu langkah penting yang diambil adalah optimalisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai kelurahan. KWT merupakan wadah bagi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan pertanian dan pengolahan hasil pertanian. Dalam dua tahun terakhir, DKPP telah memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp. 50 juta kepada enam KWT yang terpilih. KWT yang mendapatkan bantuan ini berasal dari kelurahan Tlumpu (3 KWT), Gedog (1 KWT), Bendogerit (1 KWT), dan Klampok (1 KWT).
Tidak hanya memberikan bantuan dana, pemerintah juga mengadakan pelatihan tematik pekarangan pangan lestari (P2L). Pelatihan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengelola pekarangan mereka agar dapat menghasilkan makanan yang bergizi. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, diharapkan produk pertanian dari KWT dapat lebih unggul dan mendukung kebutuhan gizi bagi masyarakat.
Usaha ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Blitar dalam menangani masalah gizi anak, khususnya stunting. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan angka stunting dapat diminimalisir di Kota Blitar.
