Pada Sabtu malam, 26 Oktober 2024, sebuah acara istimewa berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung. Acara tersebut adalah Pengajian Akbar yang diselenggarakan untuk memperingati Puncak Hari Santri Nasional ke-10 dengan tema "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan".
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pj Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, dan Pj Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Diana Puspitasari. Selain itu, hadir juga Forkopimda, Kepala OPD, serta pengurus Nahdlatul Ulama dan Banomnya. Terdapat pula Ketua MUI, Ketua Baznas, Ketua IPHI, FKUB, serta banyak tokoh agama dan masyarakat lainnya.
Ratusan santri dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tulungagung juga hadir dalam acara tersebut. Mereka adalah putra dan putri yang belajar di pondok pesantren, tempat di mana mereka diajarkan nilai-nilai agama dan nasionalisme. Pada pengajian ini, KH Reza Ahmad Zaid dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri menjadi penceramah dan memberikan tausiah mengenai keistimewaan seorang santri.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Heru Suseno mengingatkan akan pentingnya mengenang perjuangan para santri dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. "Para santri telah berjuang dan mengemban amanah untuk mempertahankan kemerdekaan RI," ujarnya. Ia juga menekankan semangat juang dan jihad yang harus selalu ada dalam diri santri untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pj Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional ke-10. Ia berharap seluruh kegiatan bisa berlangsung dengan lancar dan sukses. Pengajian Akbar ini merupakan puncak rangkaian acara yang telah dilakukan untuk merayakan Hari Santri Nasional, yang memiliki makna penting bagi masyarakat, terutama untuk generasi muda.
