Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Profil Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Meninggal Dunia pada Usia 62 Tahun

Ismail Haniyeh, yang menjabat sebagai perdana menteri Palestina keempat dan pemimpin politik ketiga dari Hamas, telah meninggal dunia di usia 62 tahun. Ia diduga dibunuh dalam serangan yang dimiliki oleh Israel di Tehran, ibu kota Iran, saat melakukan kunjungan resmi pada 31 Juli.

Haniyeh lahir pada tahun 1963 dalam sebuah keluarga pengungsi. Keluarganya diusir dari desa Al-Jura, dekat Gaza, selama peristiwa yang dikenal sebagai Nakba pada tahun 1948. Ia tumbuh di kamp pengungsi al-Shati yang terletak di pantai utara Gaza.

Haniyeh memulai karir politiknya dalam Hamas melalui cabang mahasiswa, yang disebut Blok Islam. Ia kemudian naik pangkat hingga menjadi sekretaris pendiri Hamas, Ahmed Yassin, dan akhirnya memimpin biro politik Hamas.

Pada tahun 2006, Haniyeh terpilih sebagai pemimpin dari daftar pemilihan Hamas, yang dikenal sebagai Blok Perubahan dan Reformasi, dan meraih mayoritas kursi di parlemen Palestina. Setelah pemilihan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta Haniyeh untuk membentuk pemerintahan, namun konfliknya dengan kelompok Fatah membuatnya dipecat pada bulan Juni 2007.

Walau demikian, Haniyeh tetap menjadi pemimpin Hamas di Gaza, posisi yang dijabatnya hingga tahun 2017. Dia dikenal sebagai sosok yang berani dan gigih, meskipun menjadi target utama Israel. Haniyeh selamat dari beberapa upaya pembunuhan oleh Israel dan pernah ditangkap serta diusir dari Gaza.

Haniyeh bersekolah di Universitas Islam Gaza dan berhasil meraih gelar dalam program Sastra Arab. Pada periode 2013 hingga 2017, ia menjabat sebagai wakil ketua biro politik Hamas dan terpilih sebagai pemimpin Hamas untuk pertama kalinya pada Mei 2017, serta terpilih kembali pada tahun 2021.

Penampilan publik terakhir Haniyeh berlangsung pada hari Selasa di acara pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, di Tehran.