Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Dua Jurnalis Tewas dalam Serangan Udara di Gaza

Dua jurnalis, Ismail al-Ghoul dan kameramannya Rami al-Refee, tewas dalam sebuah serangan udara yang dilakukan oleh Israel di dekat wilayah Aidia, di barat Kota Gaza. Mereka sedang melaporkan tentang kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yang dilaporkan terjadi di Iran.

Ismail al-Ghoul adalah seorang jurnalis untuk Al-Jazeera Arabic, sebuah saluran berita terkemuka yang menyediakan berita terkini dari kawasan Timur Tengah. Kejadian tragis ini telah dikonfirmasi oleh Mohamed Moawad, editor pelaksana Al Jazeera Arabic, melalui media sosial. Dalam cuitannya, ia mengekspresikan rasa duka dan penghormatan kepada Ismail dengan mengatakan, “Tanpa Ismail, dunia tidak akan melihat gambar-gambar mengerikan dari pembantaian ini.”

Moawad menambahkan, Ismail “terus-menerus meliput peristiwa dan menyampaikan kenyataan Gaza kepada dunia melalui Al Jazeera.” Ia melanjutkan, “Suara Ismail sekarang telah dibungkam, dan tidak ada lagi kebutuhan untuk menyerukan kepada dunia. Ismail telah memenuhi misinya untuk rakyat dan tanah airnya. Malu bagi mereka yang gagal melindungi warga sipil, jurnalis, dan kemanusiaan.”

Menurut pejabat pemerintah Palestina, sejak awal konflik pada bulan Oktober 2023, lebih dari 160 jurnalis telah tewas di Gaza akibat serangan Israel. Komite untuk Melindungi Jurnalis (CPJ) melaporkan bahwa konflik di Gaza saat ini merupakan “periode paling mematikan bagi jurnalis sejak CPJ mulai mengumpulkan data pada tahun 1992.” Ini menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi oleh jurnalis dalam melaporkan berita di zona konflik.