Starbucks baru-baru ini merilis laporan keuangan yang menarik perhatian. Meskipun mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam menjual kopi, mereka berhasil meningkatkan penjualan kartu hadiah. Pada laporan kuartal ketiga fiskal mereka, Starbucks mencatat bahwa terdapat $1,77 miliar dalam bentuk kartu hadiah yang belum ditukarkan. Angka ini meningkat sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kartu hadiah adalah alat pembayaran yang digunakan di banyak restoran dan kafe. Pelanggan membeli kartu ini untuk memberi hadiah kepada orang lain, atau untuk menggunakan sendiri di masa mendatang. Salah satu keuntungan bagi perusahaan seperti Starbucks adalah bahwa seringkali pembeli kartu hadiah tidak menggunakannya, membuat jumlah uang yang tidak ditukarkan meningkat.
Dari perspektif Starbucks, derasnya peningkatan angka ini sangat menguntungkan. Mereka tidak perlu menghadapi biaya besar untuk menyediakan produk, karena biaya yang terlibat hanya meliputi pengisian kartu plastik dan biaya pemasaran untuk mempromosikannya. Ini menunjukkan bahwa meskipun penjualan kopi mungkin tidak sebaik yang diharapkan, perusahaan tetap dapat meraih keuntungan dari strategi penjualan kartu hadiahnya.
Dengan peningkatan yang signifikan ini, Starbucks mencatat bahwa banyak dari kartu hadiah yang terjual kemungkinan besar tidak akan pernah digunakan, sehingga menambah keuntungan mereka di masa depan.
