Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Kabupaten Probolinggo Resmi Dinyatakan ODF oleh Tim Provinsi Jawa Timur

Kabupaten Probolinggo telah menerima hasil verifikasi Open Defecation Free (ODF) dari Tim Verifikator Provinsi Jawa Timur. Verifikasi ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas sanitasi di daerah tersebut. Proses ini berlangsung melalui kunjungan lapangan yang mencakup 16 desa, 16 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, dan 2 pondok pesantren.

Pada hari Rabu, 23 Oktober, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menerima hasil tersebut yang disampaikan oleh ketua Tim Verifikasi Provinsi Jawa Timur, Drg. Sulvy Dwi Anggraeni. Menurut Sulvy, hasil verifikasi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Probolinggo sudah memenuhi syarat untuk disebut sebagai Kabupaten ODF.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Probolinggo, H. Ugas Irwanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan proses verifikasi ini. Ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kegiatan verifikasi ini.

“Kegiatan verifikasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak dan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tutur H. Ugas Irwanto. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa/lurah, kepala puskesmas, dan masyarakat yang membantu dalam proses verifikasi ini.

PJ Bupati H. Ugas Irwanto juga memberikan apresiasi kepada Tim Verifikator Provinsi Jawa Timur, termasuk Forum Pembina Kabupaten/Kota Sehat, atas pelaksanaan verifikasi yang baik. Ia menyatakan, “Kami juga siap menindaklanjuti temuan atau kekurangan yang ada di lapangan.”

Dengan pencapaian ini, Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sanitasi. Harapannya, seluruh masyarakat dapat terhindar dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS). Langkah ini sejalan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan kualitas air bersih, dan mengurangi angka penyakit berbasis lingkungan serta stunting di daerah ini.