Dalam karya terkenalnya, 'The Social Contract', filsuf ternama Jean-Jacques Rousseau mengemukakan pandangan yang mendalam mengenai demokrasi. Rousseau berpendapat bahwa demokrasi bukanlah sesuatu yang selalu ada dan bisa dinikmati oleh semua orang, seperti buah yang tersedia di setiap musim. Namun, ia menyamakan demokrasi dengan buah yang harus dicerna dengan baik.
“Demokrasi layaknya buah yang perlu dicerna,” tulis Rousseau. Menurutnya, agar bisa membawa manfaat, sistem demokrasi harus dijaga dengan baik dalam lingkungan masyarakat yang sehat. Jika masyarakat atau pemerintah mengalami masalah, bisa saja demokrasi tersebut menjadi tidak sehat, seperti makanan yang buruk. Dalam konteks ini, Rousseau menggambarkan demokrasi yang buruk sebagai sesuatu yang bisa menyebabkan “kesakitan” bagi warga negara.
Rousseau menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga kesehatan sistem demokrasi. Kesehatan masyarakat mencakup pendidikan yang baik, keterlibatan dalam pemerintahan, serta kemampuan untuk berkomunikasi dan mendiskusikan kepentingan bersama. Jika semua elemen ini bekerja sama dengan baik, maka demokrasi akan dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi setiap anggotanya.
Pendapat Rousseau masih relevan hingga kini, karena menunjukkan bahwa keberhasilan demokrasi bergantung pada kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua orang. Ketika masyarakat sehat dalam berpikir dan bertindak, demokrasi dapat menghasilkan lebih banyak kebaikan serta kesejahteraan bagi semua.
